Ulama Saudi Haramkan Tampilan Foto Musibah Mina

Jakarta (KW-News). Para ulama Arab Saudi meminta kalangan media tidka memunculkan foto jenazah karena hal ini adalah haram. "Hal ini di...

Jakarta (KW-News). Para ulama Arab Saudi meminta kalangan media tidka memunculkan foto jenazah karena hal ini adalah haram. "Hal ini dijelaskan dalam beberapa hukum agama dna hukum private. Hal ini melanggar Syariah dan  belum lagi bahaya yang ditimbulkan pada perasaan keluarga korban yang meninggal," kata para ulama itu seperti dikutip harian Arab News edisi Senin, 28 September ini.



Syaikh Saleh bin Ghanim Al-Sadlan, guru besar studi pascasarjana Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, Riyadh, Arab Saudi  menegaskan, bahwa dilarang keras mempublikasikan foto-foto almarhum kecuali ada izin resmi dari keluarga. Apalagi dibumbui cerita palsu tanpa bukti nyata," katanya.
Sheikh Al-Sadlan menyatakan bahwa peristiwa itu di luar kontrol dan kemampuan manusia. Apa yang terjadi adalah kehendak Allah dan para penguasa dan pemimpin negara harus membuat semua upaya yang mungkin untuk meringankan para jemaah dalam melakukan ritual suci dengan kenyamanan dan kedamaian. Pihak berwenang secara menyeluruh akan menyelidiki kecelakaan untuk mengetahui penyebab dan motif yang menyebabkan tragedi seperti itu, "tambahnya.
Dr Hisyam bin Abdulmalik Al-Sheikh, profesor pada Sekolah Tinggi Hukum Riyadh, Arab Saudi mengatakan bahwa musibah ini harus ditangani sesuai dengan prinsip syariah dan Sunnah. "Ini adalah kecelakaan yang menyakitkan tapi kita harus melestarikan kesucian orang mati dan terluka. Ini benar-benar tidak diperbolehkan untuk mempublikasikan foto-foto mereka di media sosial tanpa persetujuan dari keluarga mereka.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa kesucian mayat tidak dapat diganggu gugat mati sama dihormatinya ketika masih hidup. Al-Sheikh menekankan pentingnya umat Islam harus menerima musibah ini dan berdoa untuk para syuhada serta yang sakit untuk segera pulih. "Mereka yang duduk di rumah berkomentar tentang hal-hal yang mereka tidak tahu melalui media sosial," katanya.
Dr Mohammad Al-Sahli, wakil dekan Fakultas Syariah Ummul Qura Mekah dan anggota Komisi Hak Asasi Manusia mengatakan, melalui musibah Mina ini banyak orang yang memancing di air keruh, memanfaatkan kecelakaan untuk mencemarkan citra Kerajaan Arab saudi di media untuk mengaburkan prestasi besar negara.
"Gambar-gambar yang diterbitkan oleh beberapa media dengan agenda jahat membantu mencapai tujuan yang meragukan tersebut. Tindakan tersebut melanggar hukum dan menimbulkan kerugian pada perasaan keluarga almarhum dan yang terluka," jelasnya.
Ini adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan pribadi individu baik bagi yang hidup atau yang mati, tambahnya. (MH)

Baca Juga:

Informasi Haji 350120747777736810

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item