Mengenal sosok Ki Tubagus Andung

Makam Ki Tubagus Andung di daerah Puncak Ki Tubagus Andung adalah tokoh masyarakat ternama di Desa Cibeureum, Kec. Cisarua, Puncak, Bogo...

Makam Ki Tubagus Andung di daerah Puncak
Ki Tubagus Andung adalah tokoh masyarakat ternama di Desa Cibeureum, Kec. Cisarua, Puncak, Bogor yang juga pahlawan Nasional dan tokoh keislaman yang makamnya terletak di sebuah masjid di gang Gulung, Cibeureum, Cisarua.

Makam Ki Tubagus Andung terletak di Jalan Ki Tubagus, tepatnya di Gang Gulung, Cibereuum, Cisarua, Puncak, Bogor. Makamnya berada dalam sebuah masjid, dan hanya terletak beberapa meter dari makam istrinya. Pada nisannya terdapat tulisan Arab Jawi yang menuliskan nama beliau. Namun tak ada tanggal kelahiran dan kematian beliau. Hanya ada tulisan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW di makamnya,

Menurut Pak Ipuk, penduduk sekitar, makam Ki Tubagus ramai dikunjungi peziarah setiap harinya, terutama tiap tanggal 12 bulan Maulud (Rabiul Awwal) dan Ahad malam (malam Senin) atau malam Jumat (Kamis malam). Kebanyakan peziarah berasal dari luar Cibeureum, seperti dari Jakarta dan Bandung, Banyak dari para peziarah berdoa dan bernazar di makam Ki Tubagus.

Berdasarkan penuturan H. Satibi, kuncen makam, nama asli Ki Tubagus Andung adalah Maulana Hasanuddin IX. Ia adalah sultan Kerajaan Banten dan juga dikenal sebagai waliyullah yang datang dari Banten untuk menyebarkan agama Islam di daerah Cibeureum sekitar 300 tahun lalu. Menurut Satibi, Tubagus lahir pada tanggal 12 Maulud. Namun hal itu masih perkiraan masyarakat sekitar karena sebenarnya tanggal lahirnya tak diketahui.


Masyarakat sekitar sering menggelar haul (peringatan hari wafat) juga pada tanggal itu. Sebab, hari wafat Tubagus juga tak diketahui pastinya. Hal ini karena pada masa itu, Indonesia masih dijajah Belanda dan beliau adalah pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan. “Waktu zaman itu, semua yang berbau Ki Tubagus dan Islam dilarang, belajar ngaji pun, selalu diganggu Belanda. Jadi tanggal kematian Ki Tubagus juga disembunyiin, terus putra – putrinya juga sengaja disembunyiin identitasnya biar nggak dikejar Belanda,” kata H. Said, keturunan Tubagus generasi ke 6 yang tinggal tidak jauh dari makam Ki Tubagus Andung.
       
Awal mula kedatangan Tubagus ke Cibeureum adalah untuk berdakwah. Namun waktu itu di Cibeureum terjadi banjir besar yang membuat daerah tersebut tenggelam. Kemudian Tubagus menapakkan jejak kakinya di sebuah batu dan menancapkan tongkatnya tak jauh dari batu tersebut. Akibatnya, banjir tersebut berbelok arah dan menjauh dari daerah Cibeureum, batu dengan jejak kaki Ki Tubagus sendiri masih ada di sebuah persawahan yang tidak jauh dari makamnya beserta tongkatnya yang kini menjadi sebuah pohon. Objek wisata ini sendiri dilindungi oleh pemerintah setempat sebagai asset sejarah.

Tokoh Cibereum

Ki Tubagus sendiri adalah salah satu waliyullah yang berhasil mengalahkan Belanda dan juga seorang yang berpegaruh dalam sejarah desa Cibeureum, menurut H. Said lagi, pada masa hidupnya ia berhasil mengalahkan Belanda dalam sebuah pertempuran di daerah yang saat ini menjadi sebuah jalan di depan villa milik Ali Sadikin, mantan gubernur DKI Jakarta. Saat itu banyak darah dari tentara Belanda dan pejuang Nasional yang mengalir ke selokan. Sejak kejadian itu, desa tersebut dinamakan Cibeureum yang dalam bahasa Sunda berarti selokan atau sungai merah.
       
Menurut H. Ozik, penduduk sekitar makam, sejak saat itu, Ki Tubagus menetap di daerah Cibeureum, dan sebagian penduduk di Gang Gulung adalah keturunan  Tubagus termasuk H. Ozik yang merupakan keturunan Generasi ke-7. Karena itu ia begitu dihormati oleh penduduk sekitar, karena jasa Tubagus yang besar kepada Republik Indonesia, Bahkan menurut H. Said, dahulu semasa hidup Presiden Soekarno, presiden pertama itu sering berziarah ke makam Ki Tubagus, “Pak Karno sering berziarah ke makam Tubagus, Dulu dia kalau berkunjung memakai baju petani dan tanpa didampingi ajudan, Jadi orang nggak tau kalo itu Pak Karno,” kata H. Said.
       
Di daerah Cibeureum, Tubagus juga dikenal dengan nama Tuk Mahandot. Tubagus sendiri diyakini memiliki 300 keturunan seperti yang diutarakan Pak Saiful, seorang warga sekitar. Ia bercerita bahwa hampir sebagian keturunannya tinggal di Cibeureum, namun banyak juga yang menyebar di daerah Ciawi, Cipayung, dan Cibekok. Menurut sebuah buku yang ditunjukkan H. Satibi kepada Wartawan Jurnal Sanga, Tubagus sendiri masih keturunan Kanjeng Nabi Muhammad melalui Fathimah dan Husein bin Ali, dan jaraknya dari kanjeng Nabi adalah 25 garis.
       
Sangat elok, jika saat kita berwisata di Puncak juga mampir di makam almarhum sambil melantunkan doa agar almarhum mendapat tempat di sisi Allah dan mendapat pahala yang setimpal denga perjuangannya membela Negara. (KA)

Baca Juga:

Serba Serbi 4537783129832932599

Poskan Komentar

  1. Apakah ki tubagus andung masih ada keturunan dengan prabu siliwangi?

    BalasHapus

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item