Krisis Pembantu di Saudi Segera Teratasi

Protes penganiayaan PRT di Saudi Jakarta (KW-News). Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi berharap segera menandatangani kontrak akhir den...

Protes penganiayaan PRT di Saudi
Jakarta (KW-News). Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi berharap segera menandatangani kontrak akhir dengan pemerintah Indonesia dan India pada bulan Mei ini. Dengan demikian akan berakhir krisis kekurangan PRT di Arab saudi. Demikian seperti diutarakan seorang pejabat senior kementerian itu baru-baru ini .



Setelah kontrak ditandatangani, kementerian akan mulai mengeluarkan visa bagi pekerja rumah tangga, kata Wakil Menteri Tenaga Kerja Mufrej Al-Haqbani. Dijelaskan, bahwa Kerajaan telah memiliki kekurangan pekerja rumah tangga selama tiga tahun. Situasi memburuk ketika pemerintah melarang semua perekrutan dari Ethiopia karena kejahatan yang sering dilakukan oleh beberapa pekerja asal negeri itu. Al-Haqbani telah melakukan komunikasi dengan pemerintah India dan Indonesia untuk menandatangani kontrak kerja terpadu bulan Mei ini.
Ia mengatakan delegasi Indonesia seharusnya telah tiba di Jeddah pekan ini untuk memberikan sentuhan akhir kontrak, tetapi harus menunda kunjungannya karena alasan tertentu. Kementerian Tenaga Kerja telah menghubungi Kementerian Luar Negeri untuk membantu mengatur kunjungan kedua delegasi.
Menurut Al-Haqbani, pemerintah Indonesia akan memutuskan upah dan biaya perekrutan untuk pekerja mereka. (MH/Arab News).

Baca Juga:

Internasional 4024620171430576458

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item