Jeddah Panen Dolar

Jemaah umrah Indonesia belanja di Jeddah
Jakarta (KW-News). Ledakan belanja telah terjadi di Jeddah, kota yang menjadi pintu gerbang dua kota suci Mekah dan Madinah bersamaan dengan kedatangan ribuan jemaah umrah.

Berkat sistem elektronik dalam pengeluaran visa umrah dan pelayanan semakin cepat pada tahun ini membuat lonjakan jumlah jemaah umrah, terutama dari negara-negara Asia. Hal ini merupakan suatu pertanda baik yang tidak hanya untuk industri perhotelan, tetapi juga bisnis lainnya.

Setelah menghadapi masa suram dalam beberapa bulan terakhir menyusul tindakan keras terhadap para pekerja tidak berdokumen, bisnis di Jeddah mencari ceruk masuknya jemaah umrah.
Pendapatan dari jemaah umrah diperkirakan akan mencapai SR20 miliar atau sekitar Rp 60 triliun, yang akan  menciptakan potensi lapangan kerja bagi ribuan pemuda Saudi. Hal ini diikemukakan Abdul Aziz Damanhouri, direktur layanan Umrah Kementerian Haji Arab Saudi.

Menurut Kementerian Haji jumlah jemaah umrah telah mencapai 953.000 jemaah, sementara jemaah yang telah meningalkan Arab Saudi mencapai 516.000 jemaah. Kementerian Haji sudah mengeluarkan 1,7 juta visa musim ini.
Banyaknya jemaah umrah menjadi hiburan bagi pebisnis Arab Saudi yang mengalami kerugian tahun lalu karena pengurangan kuota haji sampai 20%. Dengan bergairahnya pasar umrah menggiatkan warga Arab Saudi membuka kran niaga mereka.

Bisnis oleh-oleh menjadui primadona. Oleh-olah khas Arab Saudi tetap menjadi dambaan keluarga di rumah.  Tasbih, peci haji, siwak, surban, pasrfum, dan lain sebagainya menjadi buruan jemaah. Jemaah asal India dan Turki tercatat paling suka belanja emas. "Dibandingkan tahun lalu, kami telah melihat peningkatan pembeli jemaah umrah," kata seorang manajer cabang pada sebuah toko perhiasan emas terkemuka di Balad, Jeddah.

"Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir kita bisa menyaksikan laku pasar yang cepat," katanya. "Indonesia adalah kelompok terbesar dari umrah saat ini tetapi mereka menghabiskan waktu lebih sedikit di Jeddah. Mereka datang ke Jeddah hanya dalam perjalanan mereka kembali ke rumah dan sedikit membeli hadiah," jelas Mohammed Jafer, seorang salesman di sebuah showroom elektronik di Balad.
Tekstil dan toko-toko perhiasan emas di pusat kota Mekah juga telah melaporkan peningkatan kunjungan pelanggan. Toko bingkisan dan restoran yang terletak di stasiun bahan bakar di jalan raya antara Mekah dan Madinah juga ramai yang belum dialami sebelumnya.

Mohammed Khalid, seorang sopir bus Pakistan pada sebuah perusahaan transportasi terkemuka mengatakan kepada Arab News: "Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir bahwa kita sibuk dengan meningkatnya jumlah jemaah umrah, dan sebagian besar dari mereka berasal dari Indonesia." (MH)

Baca Juga:

Internasional 3747078679641561222

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item