Mengenal Bordir Kiswah Kakbah

Warna hitam yang menyelimuti Kakbah disebut dengan kelambu atau kiswah. Kiswah sudah dikenakan untuk Kakbah sejak zaman sebelum Rasululah la...

Warna hitam yang menyelimuti Kakbah disebut dengan kelambu

atau kiswah. Kiswah sudah dikenakan untuk Kakbah sejak

zaman sebelum Rasululah lahir. KIswah akan diganti setiap

tanggal 9 Zulhijjah saat jemaah haji melakukan wukuf di Arafah.

Pergantian kisawah tahun lalu terjadi pada 14 Oktober 2013.
Bagaimana proses produksi kiswah. Menurut harian Arab News

edisi Senin, 21 Januari 2014, kiswah dibuat atau melibatkan 

lebih dari 200 orang tangan trampil. Kiswah dibuat selama

delapan bulan untuk menghasilkan sulaman emas, pewarnaan

kiswah yang terbuat dari sutra mutu tinggi.
Sulaman kaligrafi Islam yang diproses melalui benang emas ke

sutra adalah sebuah keterampilan yang telah diwariskan dari

generasi ke generasi. Hal ini dikemukakan Hussanian Al-Sharif, kepala departemen bordir yang telah bekerja di pabrik selama 37 tahun di pabrik kiswah ini.
"Tidak ada seorang pun di luar pabrik ini tahu bagaimana

melakukan bordir yang kita lakukan. Itulah sebabnya pekerja

lama kita harus melatih para pendatang baru untuk jangka

waktu tiga bulan sebelum mereka mulai," kata Al-Sharif.
Kiswah lama akan dipotong-potong untuk dibagikan kepada

pejabat dan organisasi keagamaan. Penerima menganggapnya sebagai berkah yang akan disimpannya sebagai pusaka.
Hampir semua dari 210 pekerja berasal dari kota Makkah dan

sebagian besar dari mereka telah bekerja di sana sepanjang

hidup mereka.
Menurut Muhamamd bin Avdullah Bajuda, general manajer pabrik kiswah Kakbah Mekah, sebelum pabrik dibuka pada tahun 1927, 47 potong kain penutup diproduksi di Mesir dan bahan yang dibeli dari Sudan, India, Mesir dan Irak. Saat ini, 658 meter persegi potongan kain terbuat dari sutra berkualitas tinggi seberat 670 kg yang diimpor dari Italia dan Swiss.
"Sutra ini dicelup warna hitam di sini dan kami membuatnya sendiri untuk membuat materi, maka jadilah bordiran tangan dengan 120 kg emas murni dan perak, " kata Bajuda, kepada Reuters dalam sebuah wawancara. Mesin-mesin untuk membantu proses penyulaman telah diperkenalkan sejak 25 tahun lalu yang membuat lebih effisien tenaga dan waktu.
Repotnya, kadangkala jemaah haji dan umrah menggunting bagian kiswah untuk dibawa pulang. Diakui Bajuda, hal ini yang paling merepotkan. Karena itu di saat padat jemaah, kiswah kakbah dinaikkan. "Setiap jam kami periksa kondisi kiswah dan kami segera perbaiki jika ada kerusakan," kata Bajuda.

Baca Juga:

Internasional 2423531077028932309

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item