Saudi Masih Simpan Minyak Untuk 80 Tahun

Kilang minyak di Arab Saudi Jakarta (KW-News). Arab Saudi memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi energi sampai untuk 80 tah...

Kilang minyak di Arab Saudi

Jakarta (KW-News). Arab Saudi memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi energi sampai untuk 80 tahun. Demikian seperti dilaporkan harian , Asharq Al-Awsat edisi Kamis, 21 Februari kemarin, mengutip pernyataan seorang anggota  Asosiasi Energi Ekonomi International (IAEE).



Ini juga mengutip pakar energi itu yang mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengembangkan teknologi baru untuk memanfaatkan cadangan  minyak senilai lebih dari 265 miliar barel.
Para ahli mengatakan Kerajaan Arab Saudi mengurangi produksi minyak selama bulan-bulan terakhir 2012 karena penurunan permintaan di pasar global, terutama di Cina sebagai akibat dari depresi ekonomi.
Namun, Arab Saudi mampu meningkatkan produksi minyak menjadi 12,5 juta setiap hari bila diperlukan, kata para ahli itu.
Abdul Wahab Al-Saadoun, sekretaris jenderal Asosiasi Petrokimia Teluk, mengatakan Arab Saudi mampu menekan sebagian besar cadangan berkat kemajuan teknologi modern.
Fahd bin Juma, anggota Dewan Syura dan anggota IAEE mengatakan, Arab Saudi memainkan peran besar dalam stabilitas pasar minyak internasional. "Arab Saudi memiliki kemampuan untuk menstabilkan pasar dengan meningkatkan atau mengurangi produksi bila diperlukan," kata Juma.
Dia menambahkan: "Estimasi menunjukkan bahwa Arab Saudi akan memiliki minyak yang cukup untuk 170 tahun asalkan menghasilkan sembilan juta barel per hari. Output yang lebih besar secara alami akan mengurangi periode ini. "
Juma memperkirakan harga minyak akan stabil pada $ 110 untuk Brent, $ 108 untuk minyak mentah light Arab dan $ 95 untuk minyak mentah AS tahun ini. "Harga akhirnya akan bergantung pada fluktuasi pasar," tambahnya.
Laporan ini membantah pernyataan ahli dari Citibank. Menurutnya, karena penggunaan energi di Arab Saudi, maka dalam 20 tahun mkendatang Arab Saudi akan menjadi importir minyak.
"Jika tidak ada perubahan, Saudi mungkin tidak memiliki minyak untuk ekspor pada tahun 2030," tulis analis Citibank Heidy Rehman seperti dikutip harian The Telegraph. (MH)

Baca Juga:

Internasional 9176857260386961860

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item