Saudi Bidik Pembantu asal Ethiopia

Jakarta (KWNews). Setelah Arab Saudi tak lagi geresedia menerima pekerja rumah tangga asal Indoensia dan Filipina, kini mereka mulai melirik...

Jakarta (KWNews). Setelah Arab Saudi tak lagi geresedia menerima pekerja rumah tangga asal Indoensia dan Filipina, kini mereka mulai melirik Ethipia. Negara Ethiopia menyambut baik dan memfasilitasi prosedur untuk mengirim 45.000 pembantu rumah tangga ke Arab Saudi setiap bulan. Demikiian seperti diutarakan seorang sumber di Kedutaan Besar Ethiopia di Arab Saudi.


Pembantu rumah tangga asal Ethiopia menjadi pilihan setelah Pemerintah Arab Saudi menghentikan penerimaan rekrut pembantu rumah tangga dari empat negara, termasuk Kenya, karena Arab Saudi belum mampu mencapai kesepakatan yang memuaskan dengan negara-negara ini. Demikian seperti diberitakan harian Asharq Al-Awsat edisi Rabu, 14 Maret kemarin.
Noor Adeen Masfa, Wakil Konsul Bidang Perekonomian Ethiopia di Jeddah mengatakan bahwa pihaknya dan komite ketenagakerjaan luar negeri di Kementerian Tenaga Kerja Ethiopia telah melakukan pertemuan beberapa kali untuk memfasilitasi perjalanan pembantu rumah tangga ke Saudi setelah  dilatih dengan baik di Ethiopia.
"Kami memutuskan untuk menyelesaikan prosedur 1.500 pembantu rumah tangga karena meningkatnya permintaan untuk pembantu rumah tangga Ethiopia oleh keluarga Arab Saudi. Pembantu rumah tangga Ethiopia dilatih dengan baik pada adat dan tradisi Saudi, disamping persentase kabur terbilang rendah," katanya.
Tidak tersedianya penerbangan yang cukup dari Addis Ababa juga menyebabkan keterlambatan dalam perjalanan sejumlah besar pembantu rumah tangga itu.
Tapi, beberapa keluarga Saudi mengeluh, bahwa pembantu rumah tangga asal Ethiopia banyak meninggalkan pekerjaannya setelah datang tawaran sebagai pekerja ilegal dengan gaji yang lebih besar. Hal ini diketahui Masfa, yang berfjanji akan mempelajari dan membahasnya seksama dengan pihak di Addis Ababa. Hukuman akan menghadang jika pembantu rumah tangga yang melakukan itu, katanya. Diakui, "Beberapa keluarga Saudi mempekerjakan pembantu rumah tangga secara ilegal dan membayar mereka SR2.000 sebulan. Itulah mengapa banyak pembantu rumah tangga melarikan diri," tambahnya.
Kementerian Tenaga Kerja Ethiopia sedang mempertimbangkan untuk menempatkan kondisi dalam kontrak untuk memungkinkan pembantu rumah tangga menggunakan ponsel dan berbicara dengan keluarga mereka dan konsulat jenderal Ethiopia di Arab Saudi. "Kantor agen tenaga kerja Saudi  menyambut ide ini," katanya. (MH)

Baca Juga:

Internasional 3717419036615839179

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item