Wanita Pengemudi Dihukum Cambuk di Saudi

Jakarta (KW). Seorang wanita akhirnya dihukum cambuk 10 kali karena terbukti bersalah melanggar larangan mengemudi di Arab Saudi. Wanita pe...

Jakarta (KW). Seorang wanita akhirnya dihukum cambuk 10 kali karena terbukti bersalah melanggar larangan mengemudi di Arab Saudi.
Wanita pengemudi yang bernama Shayma Jastaniah itu tertangkaop setelah mengtemudi di jalanan Jeddah. Dua wanita lainnya juga tengah dijadwal k muncul di pengadilan tahun ini atas tuduhan yang sama.
"Saya masih shock dan saya tidak bisa berpikir jernih terhadap nasib saya. Saya akan naik banding," kta Shayma, seperti dikutip harian Arab News edisi Rabu, 28 September hari ini.


Dia merasa sial saja. Ia hanya mengemudi sekali dan itu sebelum Manal Al-Sharif, wanita lain yang tertangkap. Padahal, Shayma memiliki izin mengemudi internasional. Pengacara Shayma, Adnan Al-Saleh mengatakan kepada Arab News bahwa kliennya menunggu keputusan adil untuk wanita mengemudi.
Dia mengatakan, wanita mengemudi tidak mlanggar aturan Islam dan hukum Arab Saudi. "Ini bukan masalah yang berhubungan dengan moral atau adat juga bukan kejahatan yang membutuhkan hukuman. Pengadilan sekarang mempertimbangkan seorang wanita mengendarai mobil tanpa surat izin mengemudi Saudi sebagai kejahatan yang diancam hukum cambuk. Ini berarti bahwa seorang wanita tertangkap mengemudi di masa depan akan menderita hukuman yang sama, dan mungkin bahkan penjara," katanya.
Padahal, Raja Abdullah telah memberi lampu hijau kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam Dewan Syura dan boleh memilih dan dipilih untuk Dewan Kota. Tapi, pengadilan Saudi justru menghukum wanita untuk mengemudi. "Bagaimana mungkin dia diizinkan untuk memimpin bangsa ketika dia tidak diperbolehkan menyetir?" tambah Al-Saleh.
Shayma diangap bersalah karena mengemudi tanpa SIM Saudi dan harus membayar denda. Sementara ia juga harus dicambuk.
"Mengapa dia diberikan dua hukuman? Atas dasar apa, setelah dia membayar denda, kemudian cambuk? Apakah karena dia seorang wanita? Bagaimana jika dia seorang pria? Mengapa bukan laki-laki ditransfer ke pengadilan dan dicambuk? Apa masalah dengan wanita mengemudi?" katanya berang. (*)

Baca Juga:

Internasional 1031560962848864858

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item