Tokoh Perhajian Nasional Layak Pahlawan

KH Syaichu, Kiai Bisri dan Kiai Wahab Jakarta (KW-News). Sejumlah tokoh, pejabat dan akademisi memberikan dukungan atas pengajuan gelar ...

KH Syaichu, Kiai Bisri dan Kiai Wahab
Jakarta (KW-News). Sejumlah tokoh, pejabat dan akademisi memberikan dukungan atas pengajuan gelar pahlawan nasional untuk KH Abdul Wahab Chasbullah oleh Propinsi Jawa Timur. Sebab, pada masanya Kiai Wahab menjadi penggagas lahirnya berbagai orgaisasi pergerakan kemerdekaan dan bahkan menjadi salah seorang aktor perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Kiai Wahab juga tercatat sebagai pendiri Yayasan Penyelenggaraan Haji Indonesia (PHI) yang selanjutnya menjadi cikal bakal perhajian nasional.



Menko Kesra HM Agung Laksono saat membuka seminar nasional bertajuk “Peranan KH Abdul Wahab Chasbullah dalam politik keagamaan, transformasi sosial masyarakat, dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan RI” mengatakan, pemerintah Indonesia layak memberikan penghargaan pahlawan nasional kepada Kiai Wahab pada tahun 2014 ini. Sebab, angkatan yang lebih muda dibanding Kiai Wahab sudah menyandang gelar itu. Antara lain, KH Wachid Hasyim, KHM Mas Mansyur, Hamka, dan HM Natsir.
Seminar diselenggarakan Universitas Nasional (Unas) Rabu lalu di Hotel Sahid, Jakarta dan menjadi bagian dari kajian akademis dalam rangka pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Kiai Wahab. Seminar disponsori Pemda Propinsi Jawa Timur dan Pemda Kabupaten Jombang.
Safrizal Rambe dari Pusat Kajian Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nasional, mengatakan, Kiai Wahab berperan mengorganisir para kiai se-Jawa untuk memberi penekanan spirit Islam dalam perang kemerdekaan dengan menyerukan Resolusi Jihad.
Selain itu, Kiai Wahab telah membawa para ulama dan santri dalam kancah politik nasional Indonesia dengan penekanan pada sintesa antara pemikiran keagamaan dan kebangsaan. “Beliau adalah figur yang paripurna dari seoran ulama pejuang, pejuang ulama yang peran dan kepeloporannya telah meninggakan jejak yang tegas di bangsa ini,” kata Safrizal Rambe.
Sejarawan NU Ahmad Baso mengungkapkan, selain menjadi aktor keluarnya resolusi jihad dan pembentukan laskar-laskar santri seperti Hizbullah dan Sabilillah, Kiai Wahab adalah pemimpin utama dari Barisan Kiai. Laskar yang tersebut terakhir ini adalah memang tidak banyak tertulis dalam buku-buku sejarah, seperti Hizbullah dan Sabilillah, karena terdiri dari para kiai khos dan kiai sepuh yang menggerakan perjuangan kemerdekaan dari balik layar.
Terkait dnegan jasanya di perhajian, Kiai Wahab yang saat itu wemakili NU bersama KHM Syujak mewakili Muhammadiyah tercatat sebagai tokoh yang mencoba membentuk lembaga perhajian di zaman Belanda untuk bisa lepas dari Kongsi Tiga, sebuah perusahaan pelayaran yang menyediakan perhajian. Fatwa KH Hasyim Asy'ari yang menutup perhajian karena Perang Dunia II sejak tahun 1945 hingga tahun 1948 kemudian dihidupkan lagi zaman Menteri Agama KHM Masjkur. (MH)

Baca Juga:

Informasi Haji 2889295927843061026

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item