Kiswah Kakbah Libatkan 200 Orang

Jakarta (KW-News). Hari Senin besok, 14 Oktoberk, ketika jemaah haji berkumpul di Arafah melaksanakan wukuf, kiswah Kakbah akan diganti deng...

Jakarta (KW-News). Hari Senin besok, 14 Oktoberk, ketika jemaah haji berkumpul di Arafah melaksanakan wukuf, kiswah Kakbah akan diganti dengan kiswah baru. Kisawah baru melibatkan 200 orang yang bekerja di penyulaman kiswah selama delapan bulan.
Kisah Kakbah kini dibuat di Mekah dan sebelumnya dikerjakan di Mesir. "Jahitan kaligrafi Islam di benang emas ke sutra adalah keterampilan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi," kata Hussanian Al-Sharif, kepala bagian bordir pada indsutri itu yang telah bekerja di pabrik selama 37 tahun. "Tidak ada seorang pun di luar pabrik ini tahu bagaimana melakukan bordir yang kita lakukan. Itulah sebabnya pekerja lama kita harus melatih para pendatang baru untuk periode tiga bulan sebelum mereka mulai bekerja," katanya. Kiswah lama akan dipotong-potong untuk dibagikan kepada pejabat dan organisasi keagamaan dan disimpannya sebagai pusaka .
Hampir semua pekerja yang jumlahnya 210 berasal dari kota Makkah dan sebagian besar dari mereka telah bekerja di sana sepanjang hidup mereka. Sebelum pabrik dibuka pada tahun 1927, 47 potong kain penutup Kakbah itu dibuat di Mesir dengan bahan yang dibeli dari Sudan, India, Mesir dan Irak.
"Kiswah yang meliputi 658 meter persegi ini terbuat dari 670 kg (1.500 lb) sutra berkualitas tinggi yang diimpor dari Italia dan Swiss," kata Mohammed bin Abdullah Bajuda, general manager pabrik. "Sutra ini diwarnai hitam di sini dan kami menghiasinya dengan bordir 120 kg emas murni dan perak, " katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara. "Mesin otomatisasi proses diperkenalkan 25 tahun yang lalu," kata Salman Al - Loukmani, kepala bagian bahan.
"Sebelumnya kita gunakan alat manual yang memakan waktu sangat panjang untuk membuat materi. Sekarang kita memiliki mesin buatan Swiss yang sangat membantu kami," katanya.
Repotnya, jemaah kadangkala usil merobek bagian penutup Kakbah itu selama musim haji untuk dibawa pulang. "Salah satu tantangan utama kami adalah jemaah yang merobek potongan kiswah dengan tangan atau benda tajam lainnya, sehingga setiap jam kami memiliki tim pemeliharaan untuk memperbaiki kerusakan itu," kata Bajouda. (ArabNews/MH)

Baca Juga:

Serba Serbi 9199952034406898276

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item