Yuk Ke Pasar Okaz

Suasana pasar Okad tahun lalu di Taif Jakarta (KW-News). Kebudayaan Arab tak bisa lepas dengan apa yang disebut Pasar Okaz (Ukadz). Dala...

Suasana pasar Okad tahun lalu di Taif
Jakarta (KW-News). Kebudayaan Arab tak bisa lepas dengan apa yang disebut Pasar Okaz (Ukadz). Dalam sejarahnya, jauh sebelunm slam lahir, Pasar Okaz menjadi lkmbang kemajuan dan keindahan bahasa Arab. Di situlah para penyair memamerkan kepiawaiannya yang membuat bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat dinamis.
Arab Saudi tak bisa melupakan Pasar Okaz. Setiap tahun ia selalu menyelenggarakan festival tahunan Okad yang mereka sebut Souq Okaz (Pasar Okaz) yang setiap tahun diselenggarakan di kota pegunungan yang sejuk Taif, tak jauh dari kota suci Mekah.
Pasar Okaz tahun ini akan diselenggarakan sejak hari Senin, 9 September hingga 23 September. Lebih dari 2.000 intelektual, penulis, penyair, sastrawan, dan tokoh media dari Kerajaan Arab Saudi dan dari luar negeri diundang untuk menghadiri Souq Okaz, festival budaya tahunan bergengsi yang ketujuh itu. Pangeran Khalid Al-Faisal, Gubernur Makkah dijadwal akan meresmikannya.
Banyak akademisi dan intelektual yang akan menghadiri, mencerminkan volume fenomena budaya ini yang telah melampaui tingkat lokal untuk menjadi pusat intelektual dan akademisi sastra di dunia Arab. Bahkan, souq telah menjadi titik pertemuan bagi sastrawan Arab Saudi dan dunia Arab.
Souq telah menjadi menara budaya yang menerangi ruang budaya Arab. Hal ini membaca ulang sejarah dan menghubungkan masa lalu dengan masa kini, selain menjadi ceruk ke masa depan. Ini juga merupakan tengara bagi wisatawan yang ingin belajar tentang aspek sejarah pasar dalam budaya Arab.
Souq secara geografi seperti didefinisikan para penelitian arkeologi memiliki pengertian yang luas bukan sekedar pasar. Sebuah laporan statistik yang disusun oleh Pusat Informasi Pariwisata dan Penelitian (MAS) Arab Saudi mengatakan bahwa souq telah dievaluasi positif, terutama berkaitan dengan organisasi dan variasi, serta orientasinya.
Lembaga ini mengharapkan jumlah pengunjung meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, terutama karena souq telah diperpanjang selama dua minggu dibandingkan sebelumnya yang hanya 10 hari.
Menurut laporan Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala (SCTA), jumlah pengunjung souq tahun lalu meningkat sebesar 44 persen dibanding tahun sebelumnya. Sekitar 256.000 pengunjung pada tahun lalu tercatat telah membelanjakan sekitar SR21 juta. (ArabNews/MH)

Baca Juga:

Serba Serbi 7980636972402364320

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item