Burung Dara Mekah Menjadi Hiburan Tersendiri

Jakarta (KW-News). Burung dara di Mekah merupakan burung yang sangat istimewa. Hampir setiap hari ratusan orang menebar makanan bebijian unt...

Jakarta (KW-News). Burung dara di Mekah merupakan burung yang sangat istimewa. Hampir setiap hari ratusan orang menebar makanan bebijian untuk dimakan ratusan dan bahkan mungkin ribuan burung dara. Ada sebagian yang oercaya bahwa dengan memberi makan burung dara itu akan mudah punya anak.

Benar tidaknya, Allahu a'lam. Tapi, yang jelas dengan bersedekah kepada makhluk Allah itu bisa saja Allah kemudian mengabulkan doanya. Tentu, bukan burung-burung itu yang memiliki kuasa mengubah nasib seseorang.

Bahkan harian Arab News edisi Rabu, 10 Juli mencatat adanya jemaah umrah dan haji yang mencari perawatan medis untuk diri mereka sendiri dan orang lain dengan mengumpulkan biji-bijian gandum yang dilempar ke merpati dan burung lainnya di dekat Masjidil Haram. Benih itu sudah disiapkan oleh penjual yang kebanyakan asal Afrika dengan harga 1 RS untuk satu kantong plastik. Penjual itu bisa dijumpai di distrik Al-Masfalah, Al-Hafair, Ghazah dan wilayah lain dekat Masjidil Haram.
Ketika ditanya mengapa ia mengumpulkan makanan burung itu, Haji Riyasa Ghulam, 60 tahun asal Pakistan mengatakan bahwa istrinya, yang enam tahun lebih muda darinya, gagal melahirkan anak selama bertahun-tahun pernikahan mereka. "Kami mencoba semua jenis pengobatan di mana-mana sia-sia. Seorang teman menyarankan kita melakukan umrah dan memberi pakan merpati," katanya.
Ghulam mengatakan pada saat kedatangan mereka di Makkah, mereka segera pergi ke daerah Al-Misyal. "Sudah seminggu ini masing-masing dari kita memberi makan tujuh biji setiap hari. Kami masih menunggu hasilnya," katanya.

Ismail, seorang peziarah Mesir, mengatakan istrinya yang menderita epilepsi, tidak bisa disembuhkan. Dia mengatakan seorang teman menyarankan mereka untuk melakukan perjalanan ke Makkah untuk umrah dan memberi makan makanan merpati. "Temannya mengatakan istri saya harus makan tiga biji dengan masing-masing tiga kali makan selama tiga hari berturut-turut. Dua minggu telah berlalu tapi istri saya belum mendapat kondisi yang lebih baik," kata Ismail.
Menurutnya, temannya mengatakan bahwa benih tidak boleh rusak dan dimakan bersama dalam satu tegukan. "Kami telah memenuhinya, tetapi tidak ada yang terjadi sejauh ini," katanya.
Mengomentari masalah ini, Muhammad Al-Suhali, direktur pusat studi Islam di Universitas Umm Al-Qura mengatakan, hanya umat Islam dengan iman yang lemah dan sedikit pengetahuan tentang agama akan melakukan hal-hal semacam itu. Dia menyarankan jemaah tidak melakukan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan iman Islam.
Dia juga ingat sebuah hadis yang mengatakan bahwa barang yang ditemukan di Makkah (uang, makanan atau lainnya) tidak harus dibawa pulang dan digunakan. Al-Suhali meminta jemaah untuk memanfaatkan masa tinggal di Mekkah untuk beribadah dan meminta kepada Allah untuk menyembuhkan dan tujuan lainnya. (ArabNews/MH)

Baca Juga:

Internasional 6381102451518868321

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item