Pengakuan Adel Batterjee Teman Bin Laden Soal Al-Qaidah

Adel Batterjee saat di Afghanistan Pengusaha Arab Saudi keturunan India Dr Adel Batterjee, yang namanya  dihapus dari daftar anggota Al...


Adel Batterjee saat di Afghanistan
Pengusaha Arab Saudi keturunan India Dr Adel Batterjee, yang namanya  dihapus dari daftar anggota Al-Qaeda oleh PBB baru-baru ini, mulai  bercerita hubungannya dengan Osama Bin Laden. Ia mengaku kenal Bin  Laden sejak ia tinggal di Jeddah. "Hubungan saya dengan dia sangat  baik, dan kami pergi ke Afghanistan bersama-sama," kata Batterjee.


Menurut Batterjee, ia mulai berbeda dengan Bin laden setelah Bin laden  menerapkan ideologi Takfiri yang mengkafirkan semua di luar kelompok  mereka.  "Ideologi Takfiri sudah lazim di Peshawar, tetapi tidak meluas.  Kami berjuang dengan semua kekuatan kami untuk melawan ideologi itu  baik dalam pertemuan kami atau dalam khotbah Jumat kami," katanya.

Menurut Batterjee, alasan untuk perjuangan kami melawan ideologi  (Takfiri) adalah bahwa ia tertarik untuk tidak mengalihkan perhatian  para pejuang memerangi Rusia dengan doktrin ini. Pada saat itu, Bin  Laden tidak mengikuti kredo ini, katanya dalam dalam sebuah  wawancara eksklusif dengan dua harian Arab Saudi: Okaz dan Saudi  Gazette.
Selama wawancara, Batterjee berbicara tentang usahanya untuk  menghapus namanya dari daftar komite, hubungannya dengan Bin  Laden, Al-Qaeda dan Taliban serta perjalanan ke Afghanistan, Bosnia  dan Sudan. "Kami berpisah ketika Bin Laden ke Pakistan dan dari sana ke  Sudan pada tahun 1991. Saya tidak melihat dia setelah itu, " kata  Batterjee. "Sejak itu saya sudah tidak memiliki hubungan langsung atau  tidak langsung dengan dia."

Aset keuangan Batterjee dan rekening di bank lokal dan asing  dibekukan pada tahun 2004 tepat setelah namanya dimasukkan dalam  daftar Al-Qaeda oleh komite yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB  setelah peristiwa 11 September. Komite selama inji
Dewan Keamanan menuduhnya bahwa ia melakukan pembiayaan  terorisme dan memiliki hubungan dengan Al-Qaeda dan Taliban. Dewan  Keamanan menetapkan dirinya dengan kode (40.281.B.IQ) setiap kali file  itu dibahas. Namun, berkat Pangeran Muhammad Bin Naif, Menteri  Dalam Negeri sekarang, ia dihapus. Pangeran Muhyamad memainkan  peran utama dalam menghapusan namanya dari daftar komite yang  menyatakan dirinya tak terlibat dengan Al-Qaidah.

Batterjee mengatakan saat namanya muncul di daftar, Pangeran  Muhammad, Muhamamd yang kala itu enjabat sebagai Asisten  Keamanan Dalam Negeri Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, menjanjikan  Batterjee dan pengusaha lainnya yang namanya ada dalam daftar komite  akan diusahakan dihapus dengan segala upaya. "Saya berhutang budi  kepada Pangeran Muhammad untuk usahanya ini. Saya berharap dia  menghapus nama saya juga dari daftar hitam AS juga, yang berbeda dari  daftar ini," kata Batterjee.
Usaha penghapusan nama ini gagal begitu lama dan tiga kali berturut- turut tak dikabulkan. Menurut Batterjee, bukan karena ia tidak memiliki  bukti dokumen yang kuat untuk membuktikan dia tidak bersalah tapi  karena komite tidak mengambil langkah-langkah serius untuk  membebaskan dirinya dari tuduhan bterkait terorisme.
Baru setelah hakim asal Kanada Kimberly Prost mengetuai komite yang  dibentuk pada tahun 2010 itu untuk melihat kembali nama-nama dalam  daftar. Di saat itu Batterjee bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah.  Kimberly meninjau semua bukti dokumen yang telah dikirim Batterjee  dan memutuskan menghapus namanya dari daftar.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi baru-baru ini diberitahu bahwa  namanya telah dihapus dari daftar dan ia sekarang bisa berusaha lagi  secara normal.
Ketika ditanya mengapa Amerika Serikat menargetkan dermawan  pengusaha itu? Batterjee mengatakan, Washington memang berusaha  keras membalas dendam dengan segala cara menyusul peristiwa keji 11  September 2001. Begitu banyak informasi tentang pengusaha Saudi  dikumpulkan oleh Amerika Serikat dan nama-nama itu ditempatkan  sebagai pemegang dana terorisme. "Hal ini tidak adil. "
Semua tuduhan dilontarkan terhadap dirinya terkait dengan peristiwa- peristiwa yang terjadi sebelum 9/11. Dia didakwa sebagai pendiri Al-Bir  Foundation (BIF) yang berbasis di Chicago untuk tujuan pembiayaan Al- Qaeda. "Jika kita melihat ke belakang, Al-Qaeda muncul pada tahun  1991, sementara kegiatan amal saya mulai pada tahun 1985."

Tentang hubungan dengan Enaam Arnaout, direktur BIF yang  dihukum penjara AS selama 10 tahun tahun, ia mengaku hanya kenal biasa. Batterjee bertemu Arnaout di Afghanistan pada tahun 1985 secara kebetulan. Ia menuju Afghanistan untuk mendistribusikan tepung dan bantuan kepada orang-orang Afghanistan yang miskin karena invasi Rusia. Arnaout membantu Batterjee membagikan uang kepada anak yatim dan menunjukkan kepadanya sekitar karena Arnaout sangat dikenal di negara itu.
"Saya punya hubungan baik dengan Arnaout. Tapi ketika pejuang  Afghanistan mulai memerangi musuh lain, saya memutuskan  untuk kembali ke Arab Saudi dan keluar dari hingar bingar konflik ini." (MH/Saudi Gazette)


Baca Juga:

Internasional 3293245562759223026

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item