Puasa Tak Mungkin Jumat Besok

Jakarta (KW-News). Masyakat Astronomi Jeddah menghentikan rilis kemungkinan masuk bulan Ramadan yang ditakutkan akan bert...


Jakarta (KW-News). Masyakat Astronomi Jeddah menghentikan rilis kemungkinan masuk bulan Ramadan yang ditakutkan akan bertentangan dengan hasil rukyat. Mereka membantah penghentian itu sebagai ipaya menghindari persoalan seperti dalam penentuan awal Syawwal tahun lalu. Masyarakat Astronomi Arab saudi berbeda penetapan dengan Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu, Islamic Crescents’ Observation Project (ICOP/Proyek Pengamatan Bulan Sabit Islam) yang berbasis di Abu Dhabi, merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa bulan baru tidak akan terlihat pada hari Kamis hari ini. Pendapat ICOP berlandaskan perhitungan astronomi.

Tahun lalu, sejumlah astronom mengatakan bahwa hilal Syawal baru adalah mustahil. Tapi, Mahkamah Agung mengumumkan Idul Fitri berdasarkan laporan rukyat masyarakat. Seharusnya, Idul Fitri sesuai dengan hasil perhitungan di Indonesia. ICOP menyatakan bahwa hilal baru Ramadan pada tanggal 29 Syakban hari ini bisa dilihat di semua lokasi dunia. Hal ini termasuk Irak, Suriah dan bagian dari Arab Saudi.

Menurut Presiden ICOP, Mohammed Odeh, para astronom menghitung bahwa awal Ramadan akan jatuh pada hari Sabtu. “Tetapi, jika ada yang melihat (rukyat) seperti mereka lakukan tahun lalu, Ramadhan akan jatuh hari Jumat untuk banyak negara."

Pihak ICOP telah melakukan observasi rukyat dengan pertalatan tercanggih. Ketika Idul Fitri tahun lalu diputuskan ada yang berhasil merukyat, ICOP bingung. “Dengan semua teknologi ini, astronom dan ahli, kami memiliki teleskop khusus diarahkan ke bulan tidak melihat sementara ada orang secara tradisional mengaku melihat hilal. Saya percaya saatnya untuk mempercayai ilmu pengetahuan," kata Odeh.

Memang, diakui, bulan akan menetapkan enam menit setelah matahari terbenam di Makkah; 8 menit di Sana'a, Yaman, 10 menit di Khartoum dan Djibouti, 14 menit Mogadishu, dan 19 menit di Moroni (Comoros).Namun, bulan tidak akan terlihat telanjang mata atau dengan bantuan teleskop. Bulan mungkin akan terlihat di wilayah Afrika Selatan dan Amerika Selatan, bunyi penjelasan ICOP.

ICOP meminta pemerintah di negara-negara Muslim untuk mengambil setiap tindakan pencegahan terhadap hasil rukyat yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Sebab, setiap tahun, negara-negara yang masih mengandalkan metode tradisional rukyat, melaporkan hasil rukyat yang bertentangan.

Banyak negara-negara Muslim seperti Oman dan Maroko, tidak bergantung pada laporan tersebut, yang rentan terhadap kesalahan dan sebagai gantinya mereka menggunakan perhitungan astronomi untuk menyatakan awal dan akhir bulan suci.

Tahun ini, negara-negara Arab akan mengumumkan awal bulan suci pada hari Jumat. Negara-negara lain termasuk Oman, Maroko dan Libya akan memulai awal puasa pada hari Sabtu. Demikian seperti diberitakan harian Saudi Gazette edisi Kamis, 19 Juli hari ini. (MH)

Baca Juga:

Serba Serbi 7342933787393693969

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item