Raja Ultah Umbar Sedekah

Jakarta (KW-News). Arab Saudi akan menandai ulang tahun ketujuh tahta Khadimul Haramain Raja Abdullah pada 17 Mei mendatang dengan berbagai ...

Jakarta (KW-News). Arab Saudi akan menandai ulang tahun ketujuh tahta Khadimul Haramain Raja Abdullah pada 17 Mei mendatang dengan berbagai program terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian industri, dan sektor lainnya.



Raja Abdullah pengumuman pada pertemuan tahunan Dewan Syura tahun lalu, bahwa ia memberikan perempuan hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan wali kota masa depan dan bisa bergabung menajdi anggota Dewan Syura. "Ketika kita menolak untuk meminggirkan perempuan dalam masyarakat di semua peran yang sesuai dengan Syariah, kami telah memutuskan, setelah musyawarah dengan ulama Islam senior kami untuk melibatkan perempuan dalam Dewan Syura," kata raja.
"Wanita akan bisa menjadi kandidat dalam pemilihan kota dan bahkan akan memiliki hak untuk memilih," kata Raja Abdullah dalam pengumuman bersejarahnya. Itu merupakan langkah besar oleh raja untuk memberdayakan perempuan Saudi.
Tahun lalu Raja Abdullah juga meluncurkan paket SR 500 miliar untuk belanja sosial yang mencakup pembayaran pengangguran bulanan SR 2.000, upah minimum sebesar SR 3.000, penciptaan 60.000 pekerjaan  baru di bawah Kementerian Dalam Negeri, dan peningkatan bangunan rumah- pinjaman batas Dana Pengembangan Real Estat dari SR SR 300.000 untuk masing-masing dari 500.000  peminjam.
Setengah dari nilai paket  SR 250 miliar  akan digunakan untuk membangun 500.000 rumah untuk mengatasi kekurangan perumahan di negara itu. Raja juga mengumumkan pembentukan komisi anti-korupsi yang dipimpin Muhammad Al-Sharief, setara dengan jabatan menteri.
Paket termasuk SR 300 juta untuk mendukung kantor Dakwah Islam dan SR 200 juta untuk mendukung penggalakan penghafalan Al-Quran. Ia juga mengumumkan bonus buat seluruh karyawan pemerintah, termasuk anggota militer, sebanyak dua bulan gaji, termasuk beassiswa.
Pada 19 Agustus 2011, Raja Abdullah meluncurkan perluasan terbesar Masjidil Haram dalam sejarah, yang mampu meningkatkan kapasitas masjid menjadi mampu menapung lebih dari 2,5 juta jemaah. Proyek ini diperkirakan menelan biaya SR 80 miliar. Menurut Saleh Al-Hosain, mantan kepala Kepresidenan Dua Masjid Suci, keterlibatan universitas di Saudi dalam mempersiapkan yang disain terbaik dan ramah lingkungan yang disertai standar keamanan tinggi. "Raja Abdullah berharap, seluruh dunia Islam akan bangga dari proyek perluasan baru," kata Al-Hosain. Proyek baru, meliputi 400.000 meter persegi di barat laut dan timur laut masjid. Al-Hosain mengungkapkan adanya rencana memperluas mataf (temnpat tawaf) dan menyediakan AC untuk semua bagian dari Masjidil Haram.
Selama pemerintahan Abdullah, jumlah perguruan tinggi negeri di Saudi meningkat dari tujuh hingga 24. "Raja Abdullah telah mengirimkan sekitar 100.000 laki-laki Saudi dan perempuan muda dengan beasiswa ke perguruan tinggi asing untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Saudi mengirim mahasiswa ke Jepang, Cina, India, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru dan Korea Selatan dan kembali dengan pengalaman mereka yang berbeda, pengetahuan dan keahlian untuk mengembangkan negara ini, "kata Abdullah Omar Naseef, ketua mantan deputi Dewan Syura.
Reformasi ekonomi Raja Abdullah berperan dalam memperkuat daya saing Kerajaan, kata Abdul Rahman Al-Rasyid, ketua Kamar Dagang Asharqia, menambahkan bahwa investasi asing di Saudi telah mencapai lebih dari SR 639 triliun. The Global Competitiveness Report 2011-12 menempatkan Arab Saudi di urutan 17 dari No 21 di 2010-11.
Raja Abdullah mengumumkan rekor SR 690 milyar ($ 184 miliar) anggaran untuk 2012, yang terbesar dalam sejarah Kerajaan. Anggaran tersebut dialokasikan SR 168 miliar untuk pendidikan dan pelatihan tenaga kerja, SR 87 miliar untuk kesehatan dan pembangunan sosial, SR 58 miliar untuk air, pertanian industri, dan infrastruktur, SR 35 miliar untuk transportasi dan komunikasi dan SR 29 miliar untuk layanan kota.
Menteri Keuangan Ibrahim Al-Assaf mengatakan produk domestik bruto Kerajaan (PDB) untuk 2011 diperkirakan mencapai SR 2.163.000.000.000 (sekitar SR 2,1 Triuliun atau setara dengan Rp 6.000 Triliun) dengan peningkatan sebesar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Raja Abdullah berkomitmen untuk membangun ekonomi abad ke-21 yang memiliki modal sumber daya manusia dan sekaligus meningkatkan pengeluaran yang sehat, mengurangi beban utang dan mendorong partisipasi sektor swasta," kata analis Saudi ekonomi Turki A. Al-Hugail mengomentari anggaran, sep[erti dikutip harian Arab News edisi Senin, 14 Mei hari ini. (MH)

Baca Juga:

Internasional 1271105760950003310

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item