Menjawab Teka-teki Kutukan Firaun

Jakarta (KW). Enam kematian misterius terkenal yang dikaitkan dengan "Kutukan Firaun Tutankhamun" benar-benar disebabkan pembunuh...


Jakarta (KW). Enam kematian misterius terkenal yang dikaitkan dengan "Kutukan Firaun Tutankhamun" benar-benar disebabkan pembunuhan oleh seorang pemuja setan, menurut sebuah buku yang baru-baru ini diterbitkan.

Sepanjang tahun 1920-an dan 1930-an, London dicekam oleh mitos kutukan Firaun Tutankhamun, yang makamnya ditemukan arkeolog Inggris Howard Carter. Lebih dari 20 orang terkait dengan dibukanya ruang pemakaman Firaun ini di Luxor pada tahun 1923 meninggal secara aneh selama tahun-tahun berikutnya, enam di antaranya meninggal di ibu kota.



Namun sebuah buku baru mengklaim satanis (pemuja setan) Aleister Crowley bertanggung jawab atas kematian enam di antara korban, dan mendorong pembunuhan ketujuh. Buku yang merupakan hasil riset sejarawan Mark Benyon ini, juga menyebutkan adanya hubungan paralel antara Crowley dan Jack the Ripper.
Pada saat itu, media menuduh kutukan Firaun Tutankhamun yang menyebabkan kematian-kematian tersebut dan berspekulasi mengenai kekuatan supranatural dari Mesir kuno.
Namun, seperti dilaporkan laman dailymail.co.uk, Selasa, 8 November baru lalu, Beynon kini telah mengajukan bukti yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya untuk menyimpulkan kematian ini sebenarnya ritual yang didalangi oleh Crowley, seorang okultis yang dijuluki 'orang terkeji di dunia'. (*)

Baca Juga:

Serba Serbi 4901887525929916455

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item