Saudi Kembali Sibuk Atasi Pendatang Haram

Mekah (KW). Pekerja ilegal yang kini menjadi pendatang haram di Arab Saudi mulai meresahkan. Terutama di kota yang sulit pengontrolan wargan...

Mekah (KW). Pekerja ilegal yang kini menjadi pendatang haram di Arab Saudi mulai meresahkan. Terutama di kota yang sulit pengontrolan warganya seperti Mekah dan Jeddah. Warga Arab Saudi kini mulai mengeluhkan kehadiran mereka yang semula dibutuhkan.
Mereka rata-rata tidak memiliki keterampilan dalam melakukan pekerjaan. Tapi, seiring kebutuhan warga Mekah dan Jeddah atas pekerjaan yang dibutuhkan, terpaksa memanfaatkan mereka meski dengan tarip yang mulai mahal. Banyak warga yang menyatakan tidak puas dengan mereka.
Praktik ini telah menyebar secara luas karena mereka tidak takut polisi. Mereka menuduh polisi lamban dan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik menghadapi para pendatang haram yang licinnya bak belut itu.
Dalam lacakan harian Arab News yang dimuat dalam edisi Jumatm, 9 September hari ini, sejumlah besar dari mereka terlihat di beberapa tempat di Mekah termasuk Jalam Al-Mansour, distrik Kudai, Al-Aziziyah, Al-Rusaifah, Al-Awali, Al-Maabdah, Al-Ekaishiyyah dan Al-Nikasah.
Mereka biasanya mudah ditemukan di toko cat dan bengkel las di samping toko yang menjual peralatan listrik dan bahan bangunan. Mereka memposisikan diri di sekitar tempat mencari pelanggan yang membutuhkan listrik, tukang las dan tukang batu. Pelanggan sangat menyadari resiko berurusan dengan mereka. Hal ini telah mendorong para pekerja untuk melanjutkan pekerjaan mereka tanpa rasa takut dari pihak berwenang.
Di masa lalu, para pekerja selalu curiga terhadap warga Saudi yang mencari jasa mereka, karena ditakutkan polisi yang menyamar. Tapi, sekarang ketakutan ini sudah lama hilang, tulis Arab News. Moto mereka sekarang adalah "Ada atau Tiada". Mereka biasanya bekerja dalam dua shift, dari pagi sampai tengah hari dan dari Ashar sampai Isya.
Menurut warga Saudi, Saad Al-Otaibi, mereka laluasa karena control pemerintah yang lemah. "Meskipun pelanggan sadar akan bahaya mempekerjakan pekerja ilegal, mereka mencari jasa mereka karena mereka tidak memiliki pilihan lain," katanya.
Al-Otaibi mengatakan setiap pekerja akan mengklaim dia adalah tukang las, listrik, pelukis, tukang dan banyak lainnya. "Mereka sebenarnya serabutan yang tak memiliki keahlian," katanya.
Sesama warga Saudi Fahd Zaraa mengatakan bahwa di masa lalu pekerja ilegal yang melakukan pekerjaan manual memiliki ketakutan besar kepada polisi dan akan segera melarikan diri jika mereka melihat sebuah mobil polisi. "Mereka sekarang tidak takut. Mereka tinggal di satu tempat untuk tawar-menawar dengan pelanggan Saudi. Mereka tidak takut pihak berwenang, "katanya. Mazin Amin, warga lain, juga menyalahkan kurangnya penggerebekan polisi untuk mengekang peningkatan jumlah pekerja tersebut.
Juru bicara polisi Mayor Muhamamd Al Husain membantah pasukannya telah kendur dalam menindak para pekerja tersebut dan mengatakan mereka terus mengidentifikasi dan menangkap mereka. Bagaimanapun, jumlah mereka melebihi aparat.(MH)

Baca Juga:

Internasional 4883713241224953744

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item