Mengenal Di-Rect Band Papan Atas Belanda

Di-rect sebuah band terkenal dari Den Haag, Belanda yang terdiri dari Jamie Westland (Drum), Frans “ Spike” van Zoest (Gitar), Bas van Wagen...

Di-rect sebuah band terkenal dari Den Haag, Belanda yang terdiri dari Jamie Westland (Drum), Frans “ Spike” van Zoest (Gitar), Bas van Wageningen (Bass), Vince van Reeken (Keyboard) dan Tim Akkerman (Vokal dan Gitar) yang kemudian digantikan Marcel Veenendaal (Vokal) adalah band papan atas di Belanda. Salah satu album mereka, Discover sempat dirilis di Indonesia dan Asia.


Beberapa lagu mereka dari album tersebut seperti Just The Way I Do, She dan Inside My Head sempat populer di Indonesia dan sering diputar di MTV Asia.
Setelah menyelesaikan 4 album, band yang mendapat julukan “The Who-nya Belanda” ini tidak pernah berhenti untuk tampil di dunia musik, itu terbukti dengan mereka ambil bagian dalam beberapa festival International seperti Pinkpop, Lowland dan Parkpop. Mereka juga tampil dalam acara-acara besar seperti “Vrienden van Amstel Live” dan TMF Awards dari MTV, mereka juga sempat tampil di Chart Show BBC Top of the Pops. Mereka juga memenangkan penghargaan TMF Awards untuk Best Rock Act dan Best Video (untuk Adrenalin) pada tahun 2003. Pada tahun 2009 mereka mengganti vokalis mereka dari Tim Akkerman dengan Veenendaal dan merilis single “Times Are Changing”
Kereta Waktu mendapat kesempatan emas untuk mewawancarai Di-Rect pada 6 Oktober kemarin saat mereka menggelar Mini Konser di Erasmus Huis, Kuningan yang merupakan konser pemanasan sebelum Java Rockin’Land. Wartawan Kereta Waktu, Kharizma Ahmada berhasil mewawancarai Spike dan Marcel. Berikut petikan wawancara singkat Kereta Waktu dengan Di-Rect
Apa instrument musik yang mempengaruhi permainan Di-Rect saat ini.
Marcel: Kami pikir kami telah bersama untuk cukup lama , semuanya telah berkembang ya kami memainkan berbagai macam instrument dalam music dan dalam gitar kami juga banyak terpengaruh dari beberapa artis.
Oke, lalu Band apa yang paling mempengaruhi permainan kalian? Apakah The Who? Karena Media disana menjuluki kalian “the Who dari Belanda”
Spike: Saya pikir ya, The Who adalah band yang paling banyak mempengaruhi kami, mereka memainkan banyak energi ketika Live. Mereka menciptakan musik yang isinya penuh dengan kebebasan. Kami pikir kami menyukai The Who karena mereka bermain bagus saat rekaman di Tommy. Kami sangat terinspirasi oleh rekaman ini. Rekaman ini menunjukkan bahwa lagu mereka adalah tanpa batas. Lagu mereka seperti sebuah Sound Destructor dan lagu mereka bukanlah lagu Pop standar kami juga senang dengan album mereka yang menggabungkan magic dengan Sound Destructor. Kami pikir kata kunci yang membuat kami disamakan dengan The Who adalah energi yang membawa kami lebih hidup di panggung.
Terakhir kali, kalian merilis album Discover di Indonesia, mengapa setelah itu kalian tidak lagi merilis album di Indonesia?
Spike: Why didn’t we??
Ya, kami publik Indonesia tidak mengenal lagu-lagu Kalian setelah album Discover
Spike: Saya pikir ini tentang perusahaan rekaman, kami pikir mereka merilis beberapa lagu kami disini. Setelah dari Prancis kami pergi ke Indonesia ketika liburan. Dan album kami dijual di toko-toko dan saya tidak tahu mengapa album terbaru kami tidak dirilis disini.
Jadi ini masalah Perusahaan Rekaman ya?
Spike: Ya, saya pikir jika ada fans yang mendengar interview ini dan bertanya hal tersebut, mereka bisa mengirim email, atau pesan lewat Facebook ke EMI Indonesia dan bertanya: Why that’s fucking company doesn’t release album in here.
Salah satu lagu kalian, Inside My Head adalah salah satu lagu terbaik yang pernah saya dengar.
Spike : Ok, Thank You
Terakhir kali, kalian datang ke Indonesia tahun 2002, bagaimana perasaan kalian tentang Indonesia saat ini?
Spike : Sangat luar biasa kami kembali, intinya adalah masyarakat Indonesia sangat berbeda dengan masyarakat Eropa. Mereka sangat ramah dan kami sangat berterima kasih. Mereka menyambut kami ketika kami tiba di Airport dengan hal yang menyenangkan setelah 7 jam penerbangan
Marcel: Mereka respek, Saya senang.
Kalian adalah salah satu band Belanda yang bisa popular di Indonesia, apa kalian harap ada band Belanda lain bisa popular di Indonesia juga?
Spike: Kami harap kami menjadi band Belanda yang paling Populer di Indonesia.
Saya tahu Grup Caught In The Act dari Belanda, sebelumnya tapi kalian jauh lebih terkenal. Bagaimana pendapat kalian?
Spike : Yah saya senang
Jika kalian mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan artis International, artis mana yang ingin kalian ajak berkolaborasi?
Spike : Kami pikir kami ingin melakukannya dengan Elbow.
Elbow luar biasa, Friendly Fires mungkin?
Spike: Yah mereka merilis beberapa album terbaik, kami mengapresiasi musik mereka.
Kenapa kalian tidak berpikir untuk memasuki pasar Amerika?
Spike : Sekali lagi, ini adalah masalah Perusahaan rekaman.
Sangat disayangkan, mengingat kalian punya lagu-lagu bagus dan tidak kalah dari band Amerika.
Marcel: Yah kami pikir perusahaan label kami ,EMI sudah berusaha mengusahakan hal tersebut.
Spike : Namun, kami pikir EMI Amerika jauh lebih mengutamakan band-band Amerika untuk diorbitkan sehingga sulit bagi band luar Amerika untuk menembus lebih jauh.
Jika ada kesempatan, apa kalian bersedia berkolaborasi dengan band Indonesia?
Spike: Tentu, kenapa tidak?

Baca Juga:

Serba Serbi 2832101018948477638

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item