Dahlan Iskan: Balai Pustaka Sudah Lama Menjadi Mayat

Dahlan Iskan bersama teman-teman lama Tempo Jakarta (KW-News). Dalam dialog antara Eks Tempo dengan Menneg BUMN Dahlan Iskan di rumah di...

Dahlan Iskan bersama teman-teman lama Tempo
Jakarta (KW-News). Dalam dialog antara Eks Tempo dengan Menneg BUMN Dahlan Iskan di rumah dinasnyadi Widya Chadra, Ahad, 28 April baru lalu, Dahlan banyak menjelaskan tentang keinginannya untuk membenahi sejumlah perusahaan milik negara.


Mislanya, ia ingin menyatukan semua PT Perkebunan di Sumatera Utara untuk jadi satu. "Kalau jadi satu mereka akan menjadi penghasil kelapa sawit terbesar di dunia dan mampu melakukan negosiasi harga. Kalau terpecah-pecah seperti ini tetap akan lemah," katanya, menjawab pertanyaan mantan seorang wartawan Tempo asal Medan.
Seorang mantan wartawati Tempo juga kemudian menanyakan nasib Balai Pustaka. Ia ingin Balai Pustaka tetap hidup karena faktor sejarah dan koleksi sastranya.
"Wah saya baru kali ini mendengar banyak pembelaan terhadap Balai Pustaka. Menurut saya Balai Pustaka itu sudah lama mati dan hanya belum dikubur saja. Tapi, karena banyak yang protes, wah, akan saya pertimbangkan lagi," kata Dahlan. (*)


Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item