MTQ Wartawan Berlangsung Singkat dan Ada 'Golput'

Jakarta (KW-News). MTQ Wartawan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Jakarta sudah berlangsung keenam kalinya. Untuk y...


Jakarta (KW-News). MTQ Wartawan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Jakarta sudah berlangsung keenam kalinya. Untuk yang keenam kalinya ini penyelenggaraan dilakuksanakan dengan sangat sederhana. Diikuti 28 qari dan seorang qariah.

Suasana MTQ di Gedung PWI Jaya Jalan Suryopranoto lantai 5 sangat berbeda dengan MTQ sebelumnya. Mulai dari pengumuman pelaksanaan yang biasanya diumumkan sebulan sebelumnya dan juga atribut lainnya. Seperti biasa, MTQ terdiri dari dua kategori: wartawan dan keluarga pers.

Namun, dari 29 wartawan yang mendaftar hanya 18 orang yang maju. “Baru kali ini duikenal ada golput dalam MTQ,” kata Musthafa Helmy, pembawa acaranya. “Angka golputnya mencapai 40%.
Juga, MTQ yang biasanya berlangsung antara dua sampai tiga hari kali ini justru taks ampai sehari. “Pelaksanaan MTQ hanya efektif 3,5 jam dan ini harus masuk MURI karena menjadi MTQ tercepat di dunia,” kata Musthafa Helmy.

Dewan hakim yang terdiri dari Drs. H. Hibbul Akhir, H. Nafis Qurthubi, LC, H. Abdul Wahid, dan Hj. Rihlah Siddiq itu akhirnya memutuskan  Drs H Choirul Anam (Harian Bhirawa) sebagai qari terbaik tingat wartawan. Qari tervbaik kedua diraih H. Nur Hakim (Pelita), dan Lukmanul Hakim (LKBN Antara) sebagaio qari wartawan ketiga. Sedangkan untuk kelompok keluarga dan aryawan pers, Mohammad Ali (Kemendiknas.com) terpilih sebagai qari terbaik dan Yusroh (surat kabar Madinah) sebagai qariah kedua. Dalam MTQ ini tidak dibedakan kelomnpok poria dan wanita.

Menurut Ketua PWI Jaya, sekaligus Ketua Panitia MTQ Wartawan, Drs H Kamsul Hasan, SH, MH, MTQ diselenggarakan sederhana karena saat ini status gubernur DKI sedang dalam proses Pemilukada. "Kami ingin menjaga netralitas," kata Kamsul.

Sementara soal hadiah umrah masih akan diusahakan. Para pemenang mendapat hadiah uang dari kas PWI Jaya. “MTQ klali initidak ada sponsor,” kata Andi Musmar, salah seorang panitia.
MTQ wartawan yang diselenggarakan oleh PWI Jaya memang baru sejak tahun 2007. Tapi secara nasional yang diselenggarakan PWI Pusat sudah dilaksanakan sejak tahun 1992, yang ketika itu pesertanya baru di sekitar kawasan Jabodetabek, kemudian tahun 1994 yang diikuti oleh anggota PWI seluruh Indonesia, kemudian berlanjut 1996 dan 2003.

Bahkan PWI Pusat juga pernah melaksanakan MTQ Wartawan Asean pada tahun 1995. Sejak tahun 2003 itulah, tidak pernah dilaksanakan MTQ Wartawan. Karena itu, PWI Jaya kemudian tergerak hatinya untuk menyelenggakan MTQ Wartawan sejak tahun 2007. (*)

Baca Juga:

Nasional 2220534256531118242

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item