Hunian Hotel di Mekah pada Musim Haji Turun 10%

Jakarta (KW). Meskipun catatan jumlah jemaah haji asing yang datang untuk melaksanakan ibadah haji dari seluruh dunia tahun ini meningkat, n...

Jakarta (KW). Meskipun catatan jumlah jemaah haji asing yang datang untuk melaksanakan ibadah haji dari seluruh dunia tahun ini meningkat, namun tingkat hunian hotel di Mekah ternyata turun 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Hal ini dikemukakan Abu Walid Sab'a, Ketua Komite Pariwisata dan Hotel pada Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi di Mekah, bahkan ada juga yang mengalami penurunan 30 sampai 50 persen dalam tingkat sewa hotel di Wilayah Pusat Masjidil Haram selama musim haji baru lalu.
Dia menghubungkan adanya keterkaitan dengan peningkatan substansial  hotel baru dan apartemen perumahan yang telah diberi lisensi untuk mengakomodasi jemaah haji. "Selain itu, telah terjadi penurunan pada sewa hotel dan bangunan tempat tinggal sejak bulan Ramadan lalu," katanya kepada harian bisnis Al-Eqtisadiah (Arab Saudi).
Menurut Abu Sab'a, penurunan tingkat hunian hotel menimpa tidak hanya perhotelan di daerah Masjidil Haram saja, tetapi juga di wilayah jauh, terutama Aziziyah di mana sejumlah besar hotel dan bangunan perumahan bermunculan dalam beberapa tahun terakhir.
"Penurunan tingkat hunian tidak terbatas pada hotel. Ini juga merupakan kasus sejumlah besar bangunan tempat tinggal yang dijamin lisensi untuk mengakomodasi jemaah haji di distrik Aziziyah dan Shisha serta di Al-Lahyani dan Al-Shawqiya, "katanya.
Abu Sab'a mencatat tingkat hunian hotel di daerah Masjidil Haram selama periode dari Dul Hijjah 1 sampai 14 tahun lalu berkisar antara 98 dan 100 persen. Namun, tahun ini turun sekitar 10 persen terutama karena munculnya sejumlah hotel baru, katanya.
Abu Sab'a menunjukkan bahwa tahun lalu ada beberapa hotel dan bangunan perumahan yang gagal mendapatkan lisensi untuk menampung jemaah. "Oleh karena itu, bangunan tetap kosong sepanjang musim haji. Mereka telah menyelesaikan semua prosedur yang diperlukan untuk memperoleh izin baik sebelum musim haji saat ini, "katanya.
Tapi, kata sebuah sumber di Perhotelan Mekah, hotel dan apartemen perumahan berhasil memperoleh pendapatan besar sejak awal tahun ini karena masuknya jemaah umrah dan tingkat sewa juga relatif lebih tinggi.
"Tetapi angka mulai menurun setelah musim puncak umrah Ramadhan. Sebagian besar operator hotel dan apartemen perumahan dipaksa menurunkan tarip mereka hingga 50 persen karena persaingan yang ketat, "katanya.
Abu Sab'a juga melihat kenyataan bahwa sebagian besar operator tur haji menyewakan hotel dan apartemen perumahan di daerah Masjidil Haram hanya pada musim haji karena sewa yang tinggi. "Ini bukan kasus untuk hotel dan perumahan di pinggiran. Ini juga alasan lain untuk menjatuhkan tarip sewa pada musim umrah," tambahnya seperti dikutip harian Arab News edisi Jumat, 11 November ghari ini. (MH).

Baca Juga:

Internasional 3650136334547815269

Poskan Komentar

emo-but-icon

Video Berita Haji

Populer

Terbaru

Iklan

item